Bangiz - Sendawa adalah salah satu upaya alami untuk mengosongkan lambung dari udara berlebihan. Udara ini umumnya turut tertelan masuk bersamaan dengan ASI saat bayi menyusu. Makin banyak udara yang masuk makin kembunglah perut bayi.

Sendawa pada bayi sangat diperlukan karena jika bayi tidak disendawakan setelah disusui, kemungkinan ia dapat menderita kembung, cegukan, gumoh, muntah, dll. merasa tidak nyaman dan menyebabkannya rewel. Bukan tak mungkin bayi akan sering menangis. Bahayanya, muntahan bayi bisa memasuki hidung dan paru-paru. Akibatnya, bayi bisa tersedak. Ketika bayi muntah, maka asupan ASI ke dalam lambung keluar kembali.

Cara Menyendawakan Bayi
Cara Menyendawakan Bayi
Kapan Bayi Perlu Disendawakan:
  1. Setelah selesai menyusui dan si kecil merasa cukup kenyang menyusui, perlahan sendawakanlah.
  2. Jika si kecil mulai terlihat tidak nyaman atau rewel saat disusui, berhentilah untuk sejenak (sekitar 10-20 menit). Lalu, cobalah untuk menyendawakannya terlebih dulu.
  3. Jika anda memberikan susu botol, sebaiknya bayi disendawakan setiap 60-90 ml. Tetapi, jika si kecil disusui dengan ASI sebaiknya ia disendawakan setiap kali akan berganti posisi/peralihan dari satu payudara ke payudara lainnya.
  4. Adakalanya bayi terbangun dalam tidurnya karena kembung. Sendawankanlah si kecil agar ia dapat kembali melanjutkan tidurnya dengan nyaman.
  5. Jika bayi minum tergesa-gesa. Tunggulah sampai ia mulai perlahan, lalu sendawakan si kecil. Setelah itu, Anda mulai dapat menyusui lagi.

Posisi Sendawa Bayi

Bila dilakukan dengan posisi yang tepat, setelah tiga menit, umumnya bayi bersendawa. Masing-masing bayi memiliki posisi favorit bersendawa. Karena itu, kenali posisi favorit bayi Anda. Dengan demikian, bayi cepat bersendawa dan merasa nyaman. Itulah mengapa, sendawa merupakan kenikmatan terbesar bagi si kecil. Bayi senang, ibu pun tenang. Siapkan kain /handuk lembut untuk alas.

Cara Membuat Bayi bersendawa:

1. Menaruh di Pundak

Menaruhnya di pundak Anda merupakan posisi favorit dan mudah menyendawakan. Caranya, bayi digendong di pundak dengan wajah menghadap ke belakang. Pegang bagian pantatnya dengan satu tangan, sedangkan tangan lain memegang leher dan menepuk-nepuk punggungnya dengan perlahan.

2. Posisi Setengah Duduk di Pangkuan

Dengan posisi ini ada kelemahannya, bayi umumnya agak lama bersendawa karena posisinya tidak tegak. Melakukannya pun tidak mudah. Posisi bayi setengah duduk. Dada dan kepala menjorok ke depan. Sangga leher lalu tepuk-tepuk bagian lambungnya. Si kecil pun akan sendawa. Hindari memangku bayi dengan posisi mendatar, karena menyebabkannya bayi muntah.

3. Posisi Telungkup

Telungkupkan bayi di pangkuan. Tepuk-tepuklah bagian punggungnya. Usahakan posisi dada lebih tinggi dari perutnya. Selain membuat udara di perut keluar, posisi ini bisa membuat bayi lebih relaks.

Demikian tips untuk menyendawakan si buah hati Anda supaya tetap sehat. Semoga bermanfaat.
Loading...

Post a Comment Blogger

 
Top