Bangiz - Awan kumulonimbus yang dalam bahasa inggis 'cumulonimbus' ini berasal dari bahasa Latin, cumulus berarti tumpukan dan nimbus berarti hujan badai. Awan kumulonimbus merupakan awan padat yang menjulang vertikal terkait dengan badai dan ketidakstabilan atmosfer. Awan jenis ini dapat terbentuk secara sendiri, bekelompok, atau sepanjang garis badai. Kumulonimbus mempu menghasilkan petir serta cuaca buruk lainnya seperti seperti tornado.

Awan Cumulonimbus
Image from Galleryhip.com
Awan ini termasuk jenis awan yang besar sehingga sangat ditakuti khususnya dalam dunia penerbangan. Secara umum, awan cumulonimbus membutuhkan kelembaban, massa udara yang tidak stabil, dan gaya angkat (panas) untuk membentuk. Cumulonimbus biasanya melalui tiga tahap: tahap pengembangan, tahap dewasa (di mana awan utama dapat mencapai status yang supercell dalam kondisi baik), dan tahap disipasi rata-rata memiliki badai 24 km (15 mil) diameter tergantung pada kondisi atmosfer saat itu.

Sel-sel badai cumulonimbus mampu menghasilkan hujan deras yang bersifat konvektif dan banjir, serta angin garis lurus. Kebanyakan sel badai mati setelah sekitar 20 menit jika ada cukup energi surya di atmosfer, namun (pada hari musim panas, misalnya), kelembaban dari satu sel badai bisa menguap dengan cepat-menghasilkan sel baru terbentuk hanya beberapa mil dari awan sebelumnya. Hal ini dapat menyebabkan badai berlangsung selama beberapa jam. 

Awan cumulonimbus dapat membawa badai musim dingin berbahaya yang biasa disebut "badai salju" yang membawa petir, guntur, dan salju lebat. Awan cumulonimbus pada umumnya terbentuk di daerah tropis. Cumulonimbus disingkat Cb dan diklasifikasikan dalam keluarga D2.
Loading...

Post a Comment Blogger

 
Top